Terkadang ilmu itu tidak hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah. Terkadang ilmu datang dari orang yang lebih tua dari kita, ada kalanya datang dari teman yang memberitahu, atau mungkin dari orang yang lebih muda dari kita. Oleh karena itu jadilah orang yang terbuka terhadap saran dan masukan dari orang lain Sebelum kita memasuki kepembahasan materi, kita lebih mengenal dulu siapakah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag?

Beliau dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957; beristri, 7 anak, 3 cucu; alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975); Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an; Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi; Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama; Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya; Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Buku-buku yang ditulis: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).
JANGAN MENGELUH !
BAHAGIAKAN HIDUPMU MELALUI SHOLAT
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Banyak muslim yang tidak mengerti
atau mengetahui makna bacaan atau doa dalam shalat yang dikerjakannya. Kalau
kursus Bahasa Arab tentu lama tapi ini cara praktis untuk mudah membacanya dan
memahaminya . Setiap bacaan atau doa yang dibaca disarikan dalam tiga butir
nilai yang mudah diingat. Shalat seharusnya menjadi solusi terbaik dalam
sebuah problem hidup sehingga pelaku shalat berbahagia setelahnya. “Hayya
alassolah, hayya alal falah” mari dirikan shalat dan mari berbahagia. Namun
pada kenyataannya orang yang marah tetap saja dongkol, orang sedih tetap
murung, orang minder tetap tidak percaya diri atas dirinya setelah shalat Maka inilah sholat terapi bahagia inilah untuk orang, sekaligus membantu bagi yang
tidak mengerti Bahasa Arab guna memahami dan memahaminya apa makna yang
terkandung dalam gerakan shalat yang sebenarnya.
حي على الصلاة # حي على الفلاح…
“Mari tunaikan sholat…
Mari bahagia..(ayo sukses)”
Tidak ada agama yang menyuruh kita
untuk The Best, kecuali Islam.. Berapa kali d sebut dalam sehari? Jangan
bilang lima kali ataupun sepuluh karena apakah kita tidak menghitung dengan
hasil iqamah? Jadi iqamah dalam sehari dikumanangkan dua puluh kali.Lafadz
diatas sangat jelas bahwa jika ingin hidup bahagia maka tunaikanlah sholat. Allah
menginginkan setiap hamba itu mudah dalam kehidupan nya dan tidak berkehendak
setiap hamba mengalami kesulitan dalam kehidupan nya.
Lafadz
diatas adalah potongan dari lafadz yang dilantunkan dalam adzan. Adzan itu
sendiri suatu panggilan bagi umat Islam untuk melakukan salah satu perintah
Allah yaitu sholat. Perintah sholat dapat dikatakan suatu perintah Allah yang
sangat sakral, dimana pada umumnya semua perintah Allah penyampain nya melalui
malaikat Jibril. Sedangkan perintah sholat
Allah memerintahkan langsung Nabi Muhammad untuk menjemput ke langit
atau sidrotul muntaha. Sama halnya seperti ketika mengirimkan pesan
melalui handphone, pesan akan terkirim ke handphone orang lain
dengan alur keatas bukan kebawah. Dengan sholat umat islam pasti..pasti..dan
pasti bahagia serta sholat dapat mengangkat derajat seseorang akan lebih tinggi
disisi Nya, karena ketika mati bukan harta yang pertama kali dihisab melainkan
sholat.
Manusia
pasti memiliki rencana tersendiri, namun sebagus-bagus nya kita merencankan suatu
hal masih lebih bagus rencana Allah. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah
menginginkan kita sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian
Allah ia jelek, banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut
belum tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah
satu firman Allah
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ
ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔ وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡٔ وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ 216
yang artinya “Boleh
jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu
menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu
tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Ada suatu cerita jika scenario
Allah lebih indah dari apa yang kita inginkan. Ada seorang wanita berumur 37
tahun jatuh di jalan dengan keadaan pingsan, seketika itu ada seorang pria duda
yang membawanya ke sebuah rumah sakit di kota tersebut. Dengan rasa berterimaksih akhirnya wanita ini
menikahi pria tersebut. Jadi dalam cerita dia tas bisa disimpulkan bahwa
kejadian wanita itu mendapatkan musibah disituah wanita itu mendapatkan
kenikmatan yakni dipertemukan jodohnya dengan kejadian tersebut. Oleh karena
itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah
pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah scenario atau jalan Allah yang lebih
baik.
“Barang
siapa yang tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera
mencari Tuhan selain aku” (HQR. At Thabrany ) p. 176.
Maksud hadist itu adalah bersambung dengan cerita di
atas jika kita di beri musibah tetapi menerima dengan kesedihan Allah “mengatakan
tidak perlu kalian memanggil- manggilku lagi, carila Tuhan yang lain” Jadi siapa
saja yang tidak senang dengan takdirku tidak perlu untuk memanggilku.
“Barang
siapa tidak beriman pada takdir-Ku enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan
mengurusinya lagi”. (HQR. Abu Ya’la ) p. 177 Maksud dari kalimat tersebut ialah siapa yang
menggeluh dengan cobaan Allah maka Allah tidak ingin mengurusinya lagi. Bentuk tidak
menerima takdir ialah mengeluh.. Ketika seorang hamba merasa “aduuh
saya punya masalah, saya sakit….” Mengeluh dengan perkara yang tidak
diharapkannya. Karena ekspresi saat mengeluh itulah manusia tidak menerima
takdir Allah. mengajarkan kita untuk
menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta
mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa
adanya keluhan. Karena bentuk sebuah Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka
dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata
kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin.
Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani hidup
berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat, padat, dan
jelas. Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya
tidak ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu,
memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama
halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta
ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu
“yah…nanti kalau kamu sudah besar”. Jadi, semua jawaban tidak harus sekarang
untuk diijabahkan Allah tau mana yang lebih baik, kapan dibutuhkan, dan mengapa
harus waktu ini.
Masalah
hidup realita nya berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa
kita yakin bisa menyelesaikan nya dengan mudah insyaAllah masalah tersebut akan
sangat mudah dilalui. Seperti “saya yakin ya’allah.. saya yakin..” Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset
bahwa masalah kita sulit, maka masalah tersebut akan sulit ia lalui. “saya
hancur ya’Allah.. saya hancur ..” . Pemikiran manusia sama hal nya seperti
perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan do’a.
positif. Karena mindset bisa
mempengaruhi pemikiran kita bagaimana diri
kita untuk menyikapi permasalahan tersebut dan bagaimana kita harus
meyakinkan diri ini untuk yakin jika hiup itu mudah untuk dijalani. Oleh karena
itu rubah pemikiran kita dari hal hal yang negativ menuju hal hal yang lebih
positif menju yang lebih baik.
Penjelasan
diatas menerangkan, agar kita selalu mengingat Allah dimana dan kapanpun.
Artinya dengan mengingat Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang
diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya. Juga menerangkan bagaimana
menghadapi suatu masalah yang benar. Hal ini dapat disimpulkan dalam gerakan
sholat lima waktu. Sholat adalah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi
hidup. Jika sholat kita sudah baik maka segala yang ada di diri kita akan baik
pula. Maka dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk lebih dekat
dengan Allah dan mengingat Allah .
Gerakan dalam sholat memiliki arti dan fungsi
tersendiri dan shalat mempunyai lima gerakan: Berdiri (subhan), ruku’ (turut),
I’tidal (hadir), sujud (masjid) duduk (aksi), Tasyahud (sosial). Jadi dalam
posisi duduk jika disandingkan memiliki kata Aksi berarti ketika duduk di dalam
otak kita ada kata A; ampunilah saya: K: kasihanilah aku S: sejahterahkan lah
aku (sehat dan kaya) I:berikan aku iman.
Menurut ilmu kedokteran gerakan sholat
sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud
melancarkan peredaran darah jantung. Sedangkan menurut ajaran agama Islam
sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan
sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani
kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
Berdo’alah
ketika melakukan gerakan sholat atupun setelahnya. Namun banyak orang yang
berdoa ketika selesai sholat dari pada ketika melakukan gerakan sholat, mereka
berfikir jika doa dilakukan setelah sholat lebih baik dari pada di dalamnya Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika
kamu melakukan atau melaksanakan sholat di setiap geralannya, seperti dalam
gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan
Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita
tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a
ialah salah satu scenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
Gerakan
PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih
memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah,
lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup
menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu
cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana
memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus
kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
a)
Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan,
Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram menunjukan dari awal mula aktifitas
kita diwaktu pagi hari.
b)
Rukuk yang
memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk menunjukan agar
kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhuk.
Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan baik-baik sombong mu.
c)
I’tidal (berdiri
setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal
mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha
Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu
makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia
Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
d)
Sujud yang
memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah
salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada
Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan
Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas
kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan
sendirinya.
e)
Tasyahud awal (duduk
diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang,
Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat
mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
f)
Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat,
Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita
atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita
akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
Dapat disimpulkan jika ingin hidup bahagia jangan
pernah menyepelekan waktu sholat. Jika telah mendengar panggilan adzan maka
segeralah untuk bersiap dan melaksanakannya. Semua tingkah laku atau prilaku kita, baik
buruknya kita dapat dilihat dari sholat nya. Ketika kita ingin mengubah
keburukan yang ada dalam diri maka yang terlebih dahulu yang diubah adalah
sholat nya. Sholat merupakan kunci dari
segala hal. Mulai dari kebahagiaan kita di dunia hingga di akhirat nanti.
Adapun kehkusyu’an kita dalam sholat dapat ditemui saat kita benar-benar faham
dengan bacaan yang terkandung dalam sholat. Segala sesuatu itu ada ilmu nya,
melakukan suatu hal tanpa didasari dengan ilmu akan menjadi sia-sia. Sama
halnya dengan sholat jika kita melakukan nya tanpa mengetahui serta memahami
nya maka akan sia-sia dan jangan Ingatlah semua itu akan
mudah dilalui jika kita telah mampu mensyukuri apa yang Allah perintahkan
dan apa yang Allah beri untuk kita. Jangan bermimpi hidup tanpa cobaan, sebab kita berada
di dunia, bukan di surga. Cobaan itu banyak macam nya ada hal nya yang
berbentuk psikologi yang menggangu pola pikir, aksi, intersaksi hal hal yang
termasuk perilaku dan perasaan manusia Ada
juga yang berbentuk fisik, seperti sakit, kekurangan biaya hidup, dan lain
lain.
Mengikuti
pendalaman terapi shalat bahagia menyadarkan saya akan pentingnya sholat yang
disertai dengan doa disetiap gerakannya dan
membuat saya lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti
seminar ini saya memiliki berbagai masalah yang dari dulu belum dapat saya
tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau membagi waktu
dengan baik, kurang bersyukur dengan apa yang deiberikan Allah kepada kita, Hari-hari
saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan disertai bimbang
dan penuh keraguan. Namun setelah saya mengkuti pendalaman terapi shalat
bahagia ini semua berubah bertahap menjadi hidup hidup yang lebih baik setelah
saya menerapkan doa dan memahami secara bertahap dalam gerakan diikuti dengan renungan sholat.
Awalnya saya merasa belum mampu untuk melakukan dengan renungan dalam sholat, tetapi setelah
dicoba dan yakin bisa melakukannya. Alhamdulillah hidup menjadi nyaman dan
bahagia.
Terapi shalat bahagia bukan menambah atau mengurangi aturan shalat yang sudah paten dari Nabi SAW, melainkan hanya memberi kemudahan menemukan kecanggihan shalat. Handphone kita sangat canggih untuk berkomunikasi lintas batas geografis secara audio visual dengan cepat dan akurat. Tapi, sayang, kita tidak mengerti cara menggunakannya. Sungguh, shalat kita super canggih sebagai pemompa semangat hidup dan pembebas penderitaan. Tapi, sayang, kitalah yang tidak canggih memanfaatkannya. Hindari sholat robot (bunyi tanpa hati).
Doa shalat – Renungan dalam hati – Gerakan berikutnya. Bukan
untuk berjama’ah tetapi hanya untuk shalat sendiri. Perbanyaklah doa dalam
shalat daripada setelahnya, sujud kedua setiap rakaat/terakhir
Widya Meilis Rusandi
Surabaya, 29 November 2019

