Sabtu, 30 November 2019

Jangan Mengeluh! Bahagiakan Hidupmu Melalui Shalat


Terkadang ilmu itu tidak hanya di dapat di bangku sekolah atau kuliah. Terkadang ilmu datang dari orang yang lebih tua dari kita, ada kalanya datang dari teman yang memberitahu, atau mungkin dari orang yang lebih muda dari kita. Oleh karena itu jadilah orang yang terbuka terhadap saran dan masukan dari orang lain  Sebelum kita memasuki kepembahasan materi, kita lebih mengenal dulu siapakah Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag? 

Beliau dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957; beristri, 7 anak, 3 cucu;  alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975); Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi;  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama;  Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;  Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Buku-buku yang ditulis: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).




JANGAN MENGELUH !
BAHAGIAKAN HIDUPMU MELALUI SHOLAT

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”



Banyak muslim yang tidak mengerti atau mengetahui makna bacaan atau doa dalam shalat yang dikerjakannya. Kalau kursus Bahasa Arab tentu lama tapi ini cara praktis untuk mudah membacanya dan memahaminya . Setiap bacaan atau doa yang dibaca disarikan dalam tiga butir nilai yang mudah diingat. Shalat seharusnya menjadi solusi terbaik dalam sebuah problem hidup sehingga pelaku shalat berbahagia setelahnya. “Hayya alassolah, hayya alal falah” mari dirikan shalat dan mari berbahagia. Namun pada kenyataannya orang yang marah tetap saja dongkol, orang sedih tetap murung, orang minder tetap tidak percaya diri atas dirinya setelah shalat  Maka inilah sholat terapi bahagia inilah  untuk orang, sekaligus membantu bagi yang tidak mengerti Bahasa Arab guna memahami dan memahaminya apa makna yang terkandung dalam gerakan shalat yang sebenarnya.

حي على الصلاة # حي على الفلاح
Mari tunaikan sholat… Mari bahagia..(ayo sukses)”
            Tidak ada agama yang menyuruh kita untuk The Best, kecuali Islam.. Berapa kali d sebut dalam sehari? Jangan bilang lima kali ataupun sepuluh karena apakah kita tidak menghitung dengan hasil iqamah? Jadi iqamah dalam sehari dikumanangkan dua puluh kali.Lafadz diatas sangat jelas bahwa jika ingin hidup bahagia maka tunaikanlah sholat. Allah menginginkan setiap hamba itu mudah dalam kehidupan nya dan tidak berkehendak setiap hamba mengalami kesulitan dalam kehidupan nya.
            Lafadz diatas adalah potongan dari lafadz yang dilantunkan dalam adzan. Adzan itu sendiri suatu panggilan bagi umat Islam untuk melakukan salah satu perintah Allah yaitu sholat. Perintah sholat dapat dikatakan suatu perintah Allah yang sangat sakral, dimana pada umumnya semua perintah Allah penyampain nya melalui malaikat Jibril. Sedangkan perintah sholat  Allah memerintahkan langsung Nabi Muhammad untuk menjemput ke langit atau sidrotul muntaha. Sama halnya seperti ketika mengirimkan pesan melalui handphone, pesan akan terkirim ke handphone orang lain dengan alur keatas bukan kebawah. Dengan sholat umat islam pasti..pasti..dan pasti bahagia serta sholat dapat mengangkat derajat seseorang akan lebih tinggi disisi Nya, karena ketika mati bukan harta yang pertama kali dihisab melainkan sholat.
            Manusia pasti memiliki rencana tersendiri, namun sebagus-bagus nya kita merencankan suatu hal masih lebih bagus rencana Allah. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek, banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu firman Allah
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔ وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡٔ وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ  216

 yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Ada suatu cerita jika scenario Allah lebih indah dari apa yang kita inginkan. Ada seorang wanita berumur 37 tahun jatuh di jalan dengan keadaan pingsan, seketika itu ada seorang pria duda yang membawanya ke sebuah rumah sakit di kota tersebut.  Dengan rasa berterimaksih akhirnya wanita ini menikahi pria tersebut. Jadi dalam cerita dia tas bisa disimpulkan bahwa kejadian wanita itu mendapatkan musibah disituah wanita itu mendapatkan kenikmatan yakni dipertemukan jodohnya dengan kejadian tersebut. Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah scenario atau jalan Allah yang lebih baik.
            “Barang siapa yang tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku, maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain aku” (HQR. At Thabrany ) p. 176.
Maksud hadist itu adalah bersambung dengan cerita di atas jika kita di beri musibah tetapi menerima dengan kesedihan Allah “mengatakan tidak perlu kalian memanggil- manggilku lagi, carila Tuhan yang lain” Jadi siapa saja yang tidak senang dengan takdirku tidak perlu untuk memanggilku.
“Barang siapa tidak beriman pada takdir-Ku enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi”. (HQR. Abu Ya’la ) p. 177  Maksud dari kalimat tersebut ialah siapa yang menggeluh dengan cobaan Allah maka Allah tidak ingin mengurusinya lagi. Bentuk tidak menerima takdir ialah mengeluh.. Ketika seorang hamba merasa “aduuh saya punya masalah, saya sakit….” Mengeluh dengan perkara yang tidak diharapkannya. Karena ekspresi saat mengeluh itulah manusia tidak menerima takdir Allah. mengajarkan kita untuk menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Karena bentuk sebuah  Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin.
Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani hidup berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat, padat, dan jelas. Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu, memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau kamu sudah besar”. Jadi, semua jawaban tidak harus sekarang untuk diijabahkan Allah tau mana yang lebih baik, kapan dibutuhkan, dan mengapa harus waktu ini.
            Masalah hidup realita nya berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa menyelesaikan nya dengan mudah insyaAllah masalah tersebut akan sangat mudah dilalui. Seperti “saya yakin ya’allah.. saya yakin..”  Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah kita sulit, maka masalah tersebut akan sulit ia lalui. “saya hancur ya’Allah.. saya hancur ..” . Pemikiran manusia sama hal nya seperti perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan do’a. positif.  Karena mindset bisa mempengaruhi pemikiran kita bagaimana diri  kita untuk menyikapi permasalahan tersebut dan bagaimana kita harus meyakinkan diri ini untuk yakin jika hiup itu mudah untuk dijalani. Oleh karena itu rubah pemikiran kita dari hal hal yang negativ menuju hal hal yang lebih positif  menju yang lebih baik.
            Penjelasan diatas menerangkan, agar kita selalu mengingat Allah dimana dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya. Juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah yang benar. Hal ini dapat disimpulkan dalam gerakan sholat lima waktu. Sholat adalah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi hidup. Jika sholat kita sudah baik maka segala yang ada di diri kita akan baik pula. Maka dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan untuk lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah .
Gerakan dalam sholat memiliki arti dan fungsi tersendiri dan shalat mempunyai lima gerakan: Berdiri (subhan), ruku’ (turut), I’tidal (hadir), sujud (masjid) duduk (aksi), Tasyahud (sosial). Jadi dalam posisi duduk jika disandingkan memiliki kata Aksi berarti ketika duduk di dalam otak kita ada kata A; ampunilah saya: K: kasihanilah aku S: sejahterahkan lah aku (sehat dan kaya)  I:berikan aku iman.  Menurut ilmu kedokteran gerakan sholat sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah satunya gerakan sujud melancarkan peredaran darah jantung. Sedangkan menurut ajaran agama Islam sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya, dengan melakukan sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
            Berdo’alah ketika melakukan gerakan sholat atupun setelahnya. Namun banyak orang yang berdoa ketika selesai sholat dari pada ketika melakukan gerakan sholat, mereka berfikir jika doa dilakukan setelah sholat lebih baik dari pada di dalamnya  Namun yang sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat di setiap geralannya, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu scenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
            Gerakan PTSB ini dapat memberikan bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
a)      Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram menunjukan dari awal mula aktifitas kita diwaktu pagi hari.
b)      Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk menunjukan agar kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhuk. Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan  baik-baik sombong mu.
c)      I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
d)     Sujud yang memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan menyadari dengan sendirinya.
e)      Tasyahud awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
f)       Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama ini.
Dapat disimpulkan jika ingin hidup bahagia jangan pernah menyepelekan waktu sholat. Jika telah mendengar panggilan adzan maka segeralah untuk bersiap dan melaksanakannya.  Semua tingkah laku atau prilaku kita, baik buruknya kita dapat dilihat dari sholat nya. Ketika kita ingin mengubah keburukan yang ada dalam diri maka yang terlebih dahulu yang diubah adalah sholat nya.  Sholat merupakan kunci dari segala hal. Mulai dari kebahagiaan kita di dunia hingga di akhirat nanti. Adapun kehkusyu’an kita dalam sholat dapat ditemui saat kita benar-benar faham dengan bacaan yang terkandung dalam sholat. Segala sesuatu itu ada ilmu nya, melakukan suatu hal tanpa didasari dengan ilmu akan menjadi sia-sia. Sama halnya dengan sholat jika kita melakukan nya tanpa mengetahui serta memahami nya maka akan sia-sia dan jangan Ingatlah semua itu akan mudah dilalui jika kita telah mampu mensyukuri apa yang Allah perintahkan dan  apa yang Allah beri untuk kita. Jangan bermimpi hidup tanpa cobaan, sebab kita berada di dunia, bukan di surga. Cobaan itu banyak macam nya ada hal nya yang berbentuk psikologi yang menggangu pola pikir, aksi, intersaksi hal hal yang termasuk perilaku dan perasaan manusia  Ada juga yang berbentuk fisik, seperti sakit, kekurangan biaya hidup, dan lain lain.
   Mengikuti pendalaman terapi shalat bahagia menyadarkan saya akan pentingnya sholat yang disertai dengan doa disetiap gerakannya  dan membuat saya lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti seminar ini saya memiliki berbagai masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau membagi waktu dengan baik, kurang bersyukur dengan apa yang deiberikan Allah kepada kita, Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan disertai bimbang dan penuh keraguan. Namun setelah saya mengkuti pendalaman terapi shalat bahagia ini semua berubah bertahap menjadi hidup hidup yang lebih baik setelah saya menerapkan doa dan memahami secara bertahap  dalam gerakan diikuti dengan renungan sholat. Awalnya saya merasa belum mampu untuk melakukan  dengan renungan dalam sholat, tetapi setelah dicoba dan yakin bisa melakukannya. Alhamdulillah hidup menjadi nyaman dan bahagia.
Terapi shalat bahagia bukan menambah atau mengurangi aturan shalat yang sudah paten dari Nabi SAW, melainkan hanya memberi kemudahan menemukan kecanggihan shalat. Handphone kita sangat canggih untuk berkomunikasi lintas batas geografis secara audio visual dengan cepat dan akurat. Tapi, sayang, kita tidak mengerti cara menggunakannya. Sungguh, shalat kita super canggih sebagai pemompa semangat hidup dan pembebas penderitaan. Tapi, sayang, kitalah yang tidak canggih memanfaatkannya. Hindari sholat robot (bunyi tanpa hati).
Doa shalat – Renungan dalam hati – Gerakan berikutnya. Bukan untuk berjama’ah tetapi hanya untuk shalat sendiri. Perbanyaklah doa dalam shalat daripada setelahnya, sujud kedua setiap rakaat/terakhir
Widya Meilis Rusandi
Surabaya, 29 November 2019
              
           
             




Selasa, 01 Oktober 2019


Makkiyah dan Madaniyah




Makalah
Study al-Quran

Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen :
Ati’ Nursyafa’ ah, M.Kom.i

Disusun oleh:
Widya Meilis Rusandi   (B0121953)

Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya
2019























KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil ‘Alamin segala puji bagi Allah untuk segala nikmat yang direngkuh, yakni keindahan dan kesejukan islam. Segala puji bagi memamapukan hati untuk berusaha istiqomah berada di jalan islam yang lurus meski halangan menentang di depan jalan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami dengan judul ‘Ayat – Ayat Makkah dan Ayat – Ayat Madinah ini dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.
     Saya ucapkan terimakasih kepada dosen pengampuh mata kuliah Study Al Qur’an yang telah membimbing saya. Dan saya sadar akan kekurangan dalam makalah saya, maka saya mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga makalah saya dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.                              
Surabaya, 21 Agustus 2019

















DAFTAR ISI



















                                                                                                                                    
                                                 


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Al-Qur’an merupakan wahyu yang di turunkan oleh Allah untuk umat islam yang di jadikan sebagai pedoman yang wajib di pelajari umat islam. Dalam mempelajari al-Qur’an tidak akan luput dengan mempelajari ilmu al-Qur’an itu sendiri, pembelajaran tentang al-Qur’an itu sendiri akan mencakup berbagai pembahasan. Seperti: tajwid, sejarah penulisan al-Qur’an dan tahap-tahap al-Qur’an di turunkan yang akan membuat kita mengenal istilah Makiyyah dan Madaniyyah
Seperti yang kita ketahui al-Qur’an di turunkan di tempat yang berbeda-beda.Turunnya al-Qur’an di bedakan menjadi dua : Makkiyah dan Maddaniyah.
Oleh sebab itu pada pembahasan ini, kita akan membahas tentang ayat-ayat Makkah dan Madinah dari mulai pengertian, perbedaan agar kita memahami lebih dalam tentang ayat-ayat Makkah dan Madinah.

B. Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian tentang ayat Makkah dan Madinah ?
2.      Apa pedoman penentuan ayat Makkah dan Madinah?
3.      Bagaimana ciri-ciri ayat Makkah dan Madinah?
4.      Apa manfaat pengetahuan tentang ayat-ayat Makkah dan Madinah?

C. Tujuan Penulisan

1.     Mengetahui  pengertian ayat Mekkah dan Madinah.

2.      Mengethaui pedoman ayat Makkah dan Madinah.
3.      Mengetahui ciri-ciri ayat Makkah dan Madinah.
4.      Mengethaui manfaat pengetahuan ayat ayat Makkah dan Madinah.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian ayat Makkah dan madinah

Pengertian ayat Makkah dan Madinah terdapat 4 teori :
1.     Teori Mulahazah Makan an-nuzul
          Dalam teori ini pengertian makiyyah adalah ayat atau surah yang di turunkan di Mekkah atau di sekitarnya baik waktu turunya sebelum Nabi saw melakukan hijrah atau sesudahnya Sedangkan Madaniyyah adalah ayat atau surah yang turun di Madinah atau di sekitarnya, baik waktu turunnya sebelum Nabi saw berhijrah maupun sesudahnya.
2.     Teori Mulahazah zaman an-nuzul
                  Dalam teori ini  berdasarkan turunnya sejarah al-Qur’an. Ayat Makkiyah adalah ayat atau surah yang turun sebelum Nabi SAW berhijrah. Sedangkan Madaniyyah ayat atau surah yang di turunkan setelah Nabi berhijrah.
 Teori ini berpegang pada hadist Raiwayat Abu Amr Uthman bin Sa’id ad- Darimi yang disandarkan pada Yahya bin Salam
3.     Teori Muahazah Mukhatabin Fi An-Nuzul
 Didalam teori ini berdasarkan siapa yang di undang dalam ayat ini, jika subjeknya adalah orang-orang Mekkah yang biasa dipakai “Ya ayyuhannass (wahai manusia), “Ya Ayyuhal Kafirun “ (wahai orang-orang kafir) atau “Ya Bani Adama (wahai anak adam) maka ayat terdsebut dinamakan Makkiyah, begitu juga jika yang diundang adalah orang madinah yang biasanya menggunakan kata “Ya Ayyuhalladziina Amanu” (wahai orang-orang yang beriman) maka ayat tersebut dinamakan Madaniyah.
4.    Teori Mulahazah Ma Tadammanat an-  Nuzul
Didalam teori ini ayat atau surah Makiyyah adalah ayat atau surah yang menceritakan ummat terdahulu dan para nabi. Sedangkan Madaniyah berisi tentang hudud, faraid dan hukum-hukum lainnya.[1]


 B.       Pedoman Penentuan Ayat Mekkah dan Madinah

Dasar penetapan ayat-ayat Makkah dan Madaniyyah yakni : Simai’iy dan Qiyasiy. Untuk mengenal cara Sima’iy yaitu dengan cara mengetahui ayat dan surah Makkiyah yang diperoleh berdasarkan riwayat. Riwayat- riwayat yang mereka lihat dari. Dan juga riwayat dari para sahabat Nabi yang mereka lihat, menyaksikan dan mengetahui secara jelas kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana ayat-ayat al-Qur’an turun. Dan juga riwayat para tabi’in yang mereka bertemu dan berguru pada sahabat dan mendapatkan informasi tentang al-Qur’an dari para sahabat.dan cara inilah yang menjadi pedoman utama untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyyah .
       Sedangkan menegtahui cara qiyasi yaitu dengan cara mengetahui ayat dan surah Makkiyah dan Madaniyah berdasarkan dengan kriteria yang terlihat. Antara lain : dengan cara mengetahui melalui ciri kitabnya, isinya atau kandungan, redaksinya.[2]
Cara untuk mengetahui dasar penetapan suatu surah masuk dalam kategori Makkiyah dan Madaniyah menurut qiyasi adalah sebagai berikut:[3]
1.    Dasar Aglabiyah ( Mayoritas )
         Suatu surah akan tergolong dalam surat Makkiyah jika mayoritas ayat-ayatnya adalah Makkiyah maka surah tersebut tergolong Makkiyah begitupun sebaliknya. Dan jika surat itu mayoritas ayat-ayatnya Madaniyah maka disebut Madaniyah.
2.    Dasar Tabi’iyah ( kontuinitas )
Suatu surah akan tergolong Makkiyah jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di Makkah (sebelum hijrah) maka surah tersebut disebut Makkiyah, begitupun sebaliknya. Jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di madina (sesudah hijrah) maka disebut dengan Madaniyah.

Adapun beberapa objek yang menjadi kajian para ulama Seperti : [4]
1.      Ayat-ayat Makkiyah dalam surat  -surat Madaniyah.
Dalam surat Makkiyah atau madaniyah tidak seluruhnya berisikan ayat-ayat Makkiyah atau Madaniyah. Karena dalam surat Makkiyah terdapat Ayat – ayat Madaniyah begitupun sebaliknya. Penamaan surat berhubungan dengan banyaknya ayat yang terkandung didalamnya.  Contoh jika  ayat yang terkandung dalam sebuah surat itu banyak dari Madaniyah, maka itu Madaniyah. tetapi bila terdapat beberapa ayat Makkiyah didalamnya,  maka akan disebutkan  seperti : bahwa surat itu Madaniyah kecuali ayat  di ayat ‘ini’ adalah Makkiyah
 Seperti surat Al-Anfal adalah ayat Madaniyah tetapi banyak para ulama mengecualikannya.
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS. Al-Anfal[8]: 30)
2.    Ayat – ayat Madaniyah dalam surat Makkiyah
Misalnya surat Al-An’am, Ibnu Abbas berkata “surat ini diturunkan sekaligus di Makkah, maka ia adalah Makkiyah namun kecuali tiga ayat didadalmnya yang diturunkan di Madinah seperti ayat 151-153.Dan juga pada surat Al-Hajj terdapat 3 ayat yang diturunkan di Madinah yaitu ayat 19-21.

هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ 

Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka(QS. Al-Hajj[22]: 19-21)

3.    Yang turun di Makkah namun hukumnya Madaniyah
Ayat ini diturunkan di Makkah di massa penakulan kota Makkah tetepi ayat ini tergolong Madaniyah karena diturunkan selepas hijrah dan perintahnya pun bersifat umum. Para ulama pun mengatakan bahwa surat ini adalah Makkiyah namun hukumnya Madaniyah seperti pada surat Al- Hujurat[49] ayat13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal (QS. Al-Hujurat[49]: 19).


              4.    Ayat – Ayat yang Diturunkan di Madinah namun Hukumnya Makkiyah.
Para ulama memberikan contoh pada permulaan surat Bara’ah (At-Taubah) yang seruanya ditunjukkan pada orang-orang musyrik di kota Makkah namun ayat ini diturunkan di Madinah. Juga seperti pada surat Al-Mumtahanah yang sama juga seruannya ditunjukan pada orang musyrik di kota Makkah namun diturunkan di Madinah

        5.      Yang serupa dengan yang diturunkan di Makkah dalam kelompok Madaniyah
Pada surat Al- Anfal[8] ayat 32  ialah ayat yang terdapat pada surat Madaniyah tetapi terdapat ciri–ciri umum seperti Makkiyah. Ayat ini turun dikarenakan kaum musyrikin untuk disegerakan adzab dan itu berada di Makkah .
        6.    Yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah dalam kelompok Makkiyah
Didalam surat An-Najm[53] ayat 32.

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ 
“(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil”. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu, maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa(QS. An-Najm[53]: 32)
     7.    Ayat yang dibawah ke Makkah dan Madinah
Dalam hal ini dicontohkan dengan surah Al–A’ala[87]. Diriwayatkan Oleh Bukhori dari Al-Barra bin ‘azib yang mengatakan “orang yang pertama kali datang pada kami dari para sahabat adalah mus’ab bin umair dan Ibn Ummi Maktum. Keduaya membacakan Quran pada kami. Sesudah itu datanglah Amar, Bilal dan Sa’ad. Kemudian datang pula Ummar Bin Khatab sebagai orang yang kedua puluh. Baru datanglah nabi. Aku melihat penduduk madinah bergembira setelah aku membacakan Sabbihisma rabbikal a’ala dari antara surah yang semisal dengannya. Pengertian ini cocok dengan quran yang dibaca oleh golongan Muhajirin lalu diajarkan kepada kaum anshar.

      8.    Ayat yang dibawah dari Mainah ke Makkah.
  Ketika awal surah Al-Bara’ah turun, Rasulullah SAW memerintahkan Ali bin Abu Thalib untuk membawa ayat tersebut kepada Abu Bakar agar ia sampaikan kepada orang musyrik. Setelah itu Abu Bakar pun membaca dan mengumumungkan kepada kaum musyrik bahwa setelah tahun ini tidak seorang musyrik pun diperbolehkan haji.

      9.    Ayat yang turun dimalam hari dan siang hari.
Pada ayat suci al-Qur’an terdapat banyak ayat yang di turunkan di siang hari dan hanya beberapa yang turun di malam hari contohnya adalah di awwal surah Al-Fath[48], terdapat dalam, shokhi bukhori dari hadist.
Umar:”Telah diturunkan padaku pada malam ini sebuah surah yang lebih aku sukai dari apa yang telah di sinari oleh matahari”. Kemudian beliau membacakan “sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”.

      10.    Ayat yang turun di musim panas dan dingin
    pada ulama telah memberikan contoh ayat yang turun di musim panas ialah pada akhir surah An-Nisa[4] pada akhir surah dalam shosih muslim dari Ummar:”tidak ada yang sering ku tanyakan pada rasulullah saw tentang sesuatu seperti pertanyaanku tentang kalalah. Dan Ia pun tidak pernah bersifat kasar tentang suatu urusan seperti sikapnya kepadaku mengenai kalalah itu. Sampai-sampai Ia menekan dadaku dengan jarinya sambil beliau berkata “Ummar belum cukupkah bagimu satu Ayat yang di turunkan pada musim panas yang terdapat di akhir surah An nisa[4]”.
Sedang yang turun di musim dingin di contohkan dengan ayat-ayat yang mengenai tuduhan bohong yaitu terdapat dalam surah An-Nur[24] : Sesungguhnya orang-orang yang membawa cerita bohong itu adalah bagian dari segolongan kamu juga. Sampai dengan bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia” [An-Nur].

       11.    Yang turun di waktu menetap dan turun di waktu perjalanan
Dalam al-Qur’an mayoritas ayat-ayat dalam suatu Surah diturunkan pada saat Rasulullah pada keadaan menetap akan tetapi Imam As-Sayuthi menyebutkan banyak contoh ayat yang diturunkan ada saat perjalanan diantaranya surah Al Anfal yang turun di Badr setelah selesai perang.

C. Ciri-ciri Ayat Makkah dan Madinah

1.      Makkiyah.
a.  Dimulai dengan ya Ayyuhannas (Wahai manusia), Ya Ayyuhal Kafirun (Wahai orang-orsang kafir),Ya Bani Adam (Wahai keturunan adam) terdapat 292 jenis ayat ini.
b. Terdapat kata Kalla (sekali-kali tidak, atau jangan begitu).
c. Ayat-ayat sajdah (disunatkan bersujud ketika membacanya).
d. Diawali huruf terpotong seperti Alif-lam-Mim, Nun. Ya-Sin
e. Berisi kisah-kisah, akhlak dan keimanan.
f. Pendek-pendek
g .Berisi sumpah, misalnya : “Demi masa dan sebagainya .
2 . Madinah
a. Ya ayyuhalladzina Amanu (Wahai orang-orang yang beriman). Terdapat 219 ayat jenis ini.
b. Berisihukum,  kemasyarakatan, perang, sifat orang-orang munafik, pemeluk agama Kristen dan Yahudi.
c. Panjang-panjang.[5]




Contoh surat Makkiyah dan Madaniyah :
1.      Al-An’am
2.      Al-A’raf
3.      Yunus
5.      Hud
6.      Yusuf
7.      Ibrahim
8.      Al-Hijr
9.      An-Nahl
10.   Al Isro’
11.   Al Kahfi
12.   Maryam
13.   Ta ha
14.  Al-Anbiya
15.  Al-Mu’minuun
16.  Al furqon
17.  Asy-Syu’aro’
18.  An-Naml
19.  Al-Qashash
20.  Al-Ankabuut
21.  Ar-Ruum
22.  Luqman
23.  As-Sajdah
24.  Sabaa’
25.  Al-Fatir
26.  Ya sin
27.  As-Saffat
28.  Sad
29.  Az-Zumar
30.  Ghafir
31.  Fusilat
32.  Asy-Syauroo
33.  Az-Zhukhruf
34.  Ad-Dukhan
35.  Al-Jasiyah
36.  Al-Ahqaf
37.  Qaf
38.  Adz-zariyaat
39.  At-Tur
40.  An-Najm
41.  Al-Qamar
42.  Al-Waqi’ah
43.  Al-Mulk
44.  Al-Qalam
45.  Al-Haqqah
46.  Al-Ma’arij
47.  Nuh
48.  Al-Jinn
49.  Al Muzzammil
50.  Al-Muddassir
51.  Al-Qiyamah
52.  Al-Murasalat
53.  An-Naba’
54.  An-Naziat
55.  Abasa
56.  At-Takwiir
57.  Al-Infitar
58.  Al-Insyiqaq
59.  Al-Buruj
60.  Ath-Taariq
61.  Al-A’laa
62.  Al-Ghaasyiyah
63.  Al-Fajr
64.  Al-Balad
65.  Asy-Syam
66.  Al-Lail
67.  Ad-Dhuha
68.  Al-Ashr
69.  At-Tin
70.  Al-‘Alaq
71.  Al-Adiyat
72.  Al-Qari’ah
73.  At-Takatsur
74.  Al-Ashr
75.  Al Humazah
76.  Al-Fiil
77.  Quraisy
78.  Al-Ma’un
79.  Al-Kausar
80.  Al kafirun
81.  Al-Masad[6]



Surat Madaniyah :
1.      Al- Baqarah
2.      Ali’Imran
3.      An-Nisa’
4.      Al-Ma’idah
5.      Al-Anfal
6.      At-Taubah
7.      Al-Hajj
8.      An-Nur
9.      Al-Ahzab
10.  Muhammad
11.  Al-Fath
12.  Al-Hujurat
13.  Al-Hadid
14.  Al- Mujadila
15.  Al-Hasyr
16.  Al -Mumtahanah
17.  Al-Munafiquun
18.  At-Talaq
19.  Al Insan
20.  An-Nashr

Sedangkan yang diperselisihkan ada 12 surah yaitu :
1.        Al-Fatihah
2.        Ar-Ra’d
3.        Ar-Rahman
4.        As-Shaff
5.        At-Taghobun
6.        Al-Muthofifin
7.        Al-Qadr
8.        Al-Bayyinah
9.        Az-Zalzalah
10.    Al-Ikhlas
11.    Al- Falaq
12.    An-Naas[7]





        D. Manfaat Pengetahuan Tentang Ayat-Ayat Makkah dan Madinah

1.    Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui sejarah turunnya hukum islam, perkembangannya  dan penurunanan al-Quran secara berangsur-angsur.
2.    Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui sejarah kondisi orang makkah dan madani dijaman dahulu kala.
3.    Kita dapat membedakan atau dapat mengetahui mana ayat yang nasikh (ayat yang menghapus) dan  mansukh (ayat yang dihapus).
4.    Mengetahui sejarah rasulullah saw melalui ayat-ayat al-Qur’an[8].




 E. Dasar-Dasar Untuk Mengetahui Makkiyah dan Madaniyah.

Para Ulama’ telah memberikan batasan dalam membedakkan Makiyyah dan Madaniyyah dalam al-Qur’an. Di antara mereka ada yang menjadikan Khitabah (sasaran pembicara) yang ada di dalam ayat sebagai dasar utuk membedakan keduanya sebagai berikut:
1.      Perbedaan berdasarkan karakterisitik personal ayat dan surah
para ulama mengatakan bahwa surah Makiyyah di dalamnya terdapat kalamia Ya ayyuha al-nas, sebab ayat tersebut merupakan khitab bagi penduduk Makkah. Adapun Madaniyyah yang di dalamnya tetdapat kalimat Ya Ayyuha al- ladzina Amanu.
2.      Perbedaan berdasarkan tempat
para ulama menjadikan tempat Rasulullah SAW dalam menerima wahyu sebgai dasar pembeda, Apabila Rasulullah SAW berada di Makkah saat diturunkan, maka surat itu termasuk golongan Makkiyah dan sedangkan jika Rasulullah berada di Madinah saat beliau menerima wahyu, maka surat itu dinamakan Madaniyyah
3.       Perbedaan Berdasarkan Waktu
Para ulama menjadikan hijrah adalah dasar pembeda. Maka ayat – ayat Makkiyah adalah ayat yang turun sebelum nabi hijrah ke Madinah. Meskipun turunnya bukan di Makkah. Begitupun sebaliknya.[9]




























  BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan

1.      Terdapat 4 teori dalam pengertian Makkiyah dan Madaniyah :
a.    Teori Mulahazah Makan An-Nuzul
            b.    Teori Geografis
c.    Teori Malahazah Zaman An-Nuzul (Teori Historis)
d.   Teori Mulahazah Mukhtabin fi An Nuzul (Teori Subjektif)
e.    Teori Mulahazah Ma Tadammanat an- Nuzul (Teori Analisis)

2.      Pedoman penetapan ayat Makkiyah dan Madaniyah ada 2 :

a.    Mengenal cara Sima’iy yaitu dengan cara mengetahui ayat dan surah Makkiyah yang diperoleh berdasarkan riwayat. Riwayat- riwayat yang mereka lihat. Dan juga riwayat dari para sahabat Nabi yang meereka lihat, menyaksikan dan mengetahui secara jelas kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana ayat ayat al-Qur’an turun. Dan juga riwayat para tabi’in yang mereka bertemu dan berguru pada sahabat dan mendapatkan informasi tentang al-Qur’an dari para sahabat. Dan cara inilah yang menjadi pedoman utama untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyyah .
b.    Sedangkan mengetahui cara qiyasi yaitu dengan cara mengetahui ayat dan surah Makkiyah dan Madaniyah berdasarkan dengan kriteria yang terlihat. Antara lain : dengan cara mengetahui melalui ciri kitabnya, isinya atau kandungan, redaksinya. Perbedaan bahasa manusia dan bahasa hewan.
3.            Dasar yang dapat menentukan suatu surah masuk dalam kategori Makkiyah dan Madaniyah                 menurut cara qiyasiy antara lain;
a.       Dasar Aghlabiyah (mayoritas)
b.       Dasar Tabi’iyah (kontunitas)

4.        Ciri – Ciri Ayat Makiyyah dan Madaniyah:

a.    Makkiyah
1)   Dimulai dengan ya Ayyuhannas (Wahai manusia), Ya Ayyuhal Kafirun (Wahai orang-orsang kafir),Ya Bani Adam (Wahai keturunan adam) terdapat 292 jenis ayat ini.
2)   Terdapat kata Kalla (sekali-kali tidak, atau jangan begitu).
3)   Ayat-ayat sajdah (disunatkan bersujud ketika membacanya).
4)   Diawali huruf terpotong seperti Alif-lam-Mim, Nun. Ya-Sin
5)   Berisi kisah-kisah, akhlak dan keimanan.
6)   Pendek-pendek
Berisi sumpah ,misalnya
       “Demi masa dan sebagainya

b.    Madinah
1)     Ya ayyuhalladzina Amanu (Wahai orang-orang yang   beriman). Terdapat 219 Ayat jenis ini.
2)   munafik, pemeluk agama Kristen dan Yahudi.
3)   Panjang-panjang





5.      Manfaat mengetahui tentang Makkiyah dan Madaniyah
a.    Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui sejarah turunnya hukum islam, perkembangannya  dan penurunann al-Quran secara berangsur angsur.
b.    Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui sejarah kondisi orang Makkah dan Madinah di zaman dahulu kala.
c.    Kita dapat membedak
an atau dapat mengetahui mana ayat yang nasikh wa mansukh.

6.      Dasar Membedakan Antara Makkiyah dan Madaniyyahh
a.     Perbedaan berdasarkan karakteristik personal ayat dan surah.
b.    Perbedaan berdasarkan tempat.
c.    Perbedaan berdasarkan waktu.













Daftar Pustaka

Al-Qathan, Manna, Pengantar Studi Ilmu Al-Quran.2015 Aunur Rafiq EL-Mazni Jakarta : Pustaka AlKautsar
Anwar, Rosihon, 2013. Ulumul Al qur’an, Bandung : CV Pustaka Setia.
Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbhi, Ilmu Ilmu Al qur’an.2015 Semarang : PT PustakA Rizky Putra.
As-Shalih, Subhi, 2018. Membahas Ilmu-Ilmu AL qur’an, Jakarta : Firdaus.
Aziz, Mohammad Ali, 2018. Mengenal Tuntas Al quran,     Surabaya : Imtiyaz.
Eldebb, Ibrahim, 2009. Be A Living Qur’an. Faruq Zaini Tangerang : Lentera Hati.
Muhammad, 2008. Pengantar Ilmu Tafsir, Jakarta Timur : Darruh Sunnah Press.
Shihab, M Quraish, 2013. Sejarah & Ulumul Qur’an, Jakarta : Pustaka Firdaus.
UIN Sunan Ampel, 2013. Studi Qur’an, Surabaya : UIN Sunan Ampel Press.
UIN Sunan Ampel.  2014. Studi Qur’an, Surabaya : UIN Sunan Ampel Press.
Yusuf, Kadar M,2012. Studi Al qur’an, Jakarta : Amzah.







[1] UIN Sunan Ampel, Studi Qur’an, (Surabaya : UIN Sunan Ampel Press, 2014), hlm 156-165
[2] UIN Sunan Ampel, Studi Qur’an, (Surabaya : UIN Sunan Ampel Press, 2013), hlm 107-108
[3] UIN Sunan Ampel, Studi Qur’an, (Surabaya : UIN Sunan Ampel Press, 2014), hlm 171-172
[4] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi Ilmu Al-Quran. Aunur Rafiq EL-Mazni (Jakarta: Pustaka AlKautsar,2015  ), hlm 64-70
[5] Moh.Ali Aziz, Mengenal Tuntas Al quran, (Surabaya : Imtiyaz, 2018), hlm 97
[6] Rosihon Anwar, Ulumul Qur’an, (Bandung:CV Pustaka Setia), hlm 109-110
[7] Manna Al-Qathan, Pengantar Studi Ilmu Al-Quran. Aunur Rafiq EL-Mazni (Jakarta: Pustaka AlKautsar,2015  ), hlm 156-165
[8] Ibrahim Eldeeb, Be A Living Qur’an, Faruq Zaini (Jakarta:Lentera Hati,2009  ), hlm 32-33
[9] Kadar M. Yusuf, Studi Al- Quran, Faruq Zaini (Jakarta:Amzah,2012  ), hlm 143