Senin, 07 Juni 2021

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah.

Aktivitas Komunikasi Lintas Verbal dan Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah.






oleh : Widya Meilis Rusandi (B01219053)

Mahasiswi KPI A2 Semester 4 2021

 

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengelola komunikasi lintas budaya yang efektif sebagai sarana dakwah pada masyarakat yang multikultur sehingga hambatan-hambatan komunikasi dapat diminimalisir. Memahami komunikasi lintas budaya bagi seorang komunikator (dai) merupakan suatu keniscayaan dalam proses penyampaian pesan-pesan agama agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan dimengerti oleh komunikan (mitra dakwah). Hasil studi ini menunjukkan bahwa komunikator lintas budaya apabila pesan dakwahnya dapat dipahami oleh para mitra dakwah harus bisa mengelola komunikasi secara efektif, pertama, pengembangan sensitivitas kultural yaitu kemampuan komunikator memahami budayanya sendiri dan budaya orang lain, kedua, encoding dengan berhati-hati yaitu keterampilan komunikator dalam mengalihbahasakan suatu makna ke dalam simbol secara tepat, ketiga, selektif transmisi yaitu kepiawaian komunikator menggunakan media yang cocok, keempat, decoding berhati-hati, yaitu kecakapan komunikator (dai) dalam memaknai simbol, kelima, tindak lanjut yang tepat yaitu keterampilan perilaku verbal dan nonverbal komunikator secara personal. Selain itu agar komunikasi lintas budaya dapat efektif, komunikator harus memiliki kemahiran untuk mengungkapkan pesan secara maksimal, kesanggupan untuk menterjemahkan isi dari pesan, kemampuan untuk menyesuaikan kebudayaan pribadinya dengan kebudayaan orang lain serta mempunyai kepiawaian untuk memberi jaminan atas dari kebudayaan lain.

A.    Pembahasan

Dalam kebanyakan peristiwa komunikasi yang berlangsung, hampir selalu melibatkan penggunaan lambang-lambang verbal dan non verbal secara bersama-sama. Dalam banyak tindakan komunikasi, bahasa nonverbal menjadi komplemen atau pelengkap bahasa verbal. Lambanglambang nonverbal juga dapat berfungsi kontradiktif, pengulangan, bahkan pengganti ungkapan-ungkapan verbal, misalnya ketika seseorang mengatakan terima kasih (perilaku verbal) maka orang tersebut akan melengkapinya dengan tersenyum (perilaku nonverbal). Maka komunikasi tersebut merupakan contoh bahwa perilaku verbal dan perilaku nonverbal bekerja bersama-sama dalam menciptakan makna suatu perilaku komunikasi. Namun, keduanya baik perilaku verbal maupun perilaku nonverbal akan membantu kita dalam menginterpretasi total makna dari pengalaman komunikasi mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal.

A.      Perilaku Verbal dalam Komunikasi Proses komunikasi

verbal merupakan kegiatan interaksi penyampaian dan penerimaan pesan-pesan yang dilakukan melalui percakapan dan sarana yang digunakan adalah bahasa dan kata-kata. Bahasa dan kata-kata merupakan bagian penting dalam cara pengemasan 39 pesan-pesan. Salah satu fenomena yang mempengaruhi proses komunikasi antar budaya adalah proses komunikasi verbal. Pada dasarnya, bahasa verbal dan nonverbal tidak terlepas dari konteks budaya. Tidak mungkin bahasa terpisah dari budaya. Setiap budaya mempunyai system bahasa yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Budaya dibentuk secara kultural, dan karena itu dia merefleksikan nilainilai dari budaya. Bahasa verbal. Bahasa menjadi alat utama yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bahasa dapat dikategorikan sebagai unsur kebudayaan yang berbentuk nonmaterial selain nilai, norma, dan kepercayaan. Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa merupakan suatu bagian yang sangat esensial dari manusia untuk menyatakan dirinya maupun tentang dunia yang nyata. Adalah keyakinan yang naif kalau kita menyederhanakan fungsi bahasa yang seolah-olah hanya menjadi alat untuk menggambarkan pikiran dan perasaan saja. Yang lebih penting dari bahasa adalah bagaimana memaknakan symbol atau tanda yang telah diorganisasikan dalam system kebahasaan. Bahasa merupakan medium atau sarana bagi manusia yang berpikir dan berkata tentang suatu gagasan sehingga boleh dikatakan

B.      Perilaku Non Verbal dalam Komunikasi Proses komunikasi

Proses-proses verbal merupakan alat utama untuk pertukaran pikiran dan gagasan, namun proses-proses ini sering dapat diganti oleh proses-proses nonverbal. Menurut Alo LIliweri (1994:139) komunikasi  nonverbal meliputi ekspresi wajah, nada suara, gerakan anggota tubuh, kontak mata, rancangan ruang, pola-pola perabaan, gerakan ekspresif, perbedaan budaya dan tindakan-tindakan nonverbal lain yang tidak menggunakan kata-kata. Dalam proses-proses nonverbal yang relevan dengan komunikasi lintas budaya, terdapat tiga aspek yang sangat berkaitan: perilaku nonverbal yang berfungsi sebagai bentuk bahasa diam, konsep waktu, dan pengaturan ruang. Perilaku nonverbal seseorang adalah akar budaya seseorang tersebut. Oleh karena itu, posisi komunikasi nonverbal memainkan bagian yang penting dan sangat dibutuhkan dalam interaksi komunikatif di antara hubungan antara komunikasi verbal dengan kebudayaan jelas adanya, apabila diingat bahwa keduanya dipelajari, diwariskan dan melibatkan pengertian-pengertian yang harus dimiliki bersama. Dilihat dari ini, dapat dimengerti mengapa komunikasi nonverbal dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perilaku nonverbal merefleksikan banyak polapola budaya yang kiat dibutuhkan melalui proses sosialisasi. Jika perilaku verbal kita hampir secara keseluruhan berbentuk eksplisit dan merupakan proses kognitif, maka perilaku nonverbal kita merupakan spontanitas, ambigu, dan hal-hal lain dibawah control kesadaran dan ketidaksadaran. Ketika skema Hall dan Mehrabian (dalam Gudykunst dan Kim, 1992:79) mengatakan bahwa budaya berbeda dalam hal dari budaya konteks tinggi ke budaya konteks rendah.

C.      Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah

Aktivitas verbal adalah bagaimana komunikasi verbal yang biasa dilakukan mahasiswa asing dan mahasiswa lokal sehari-hari. Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan katakata atau lebih untuk berkomunikasi dan suatu system kode verbal disebut bahasa.

Aktivitas  nonverbal dilukiskan dalam frase. Lewat perilaku nonverbal, kita dapat mengetahui suasana emosional seseorang, apakah ia bahagia, bingung atau sedih. Perilaku nonverbal yang berfungsi sebagai bahasa diam, konsep waktu dan penggunaan dan pengaturan ruang. Perilaku nonverbal yang berhubungan dengan komunikasi antar budaya ini  biasanya adalah sentuhan. Sentuhan sebagai bentuk komunikasi dapat menunjukkan bagaimana komunikasi nonverbal

 

 

Daftar Pustaka

Liliweri, Alo. 1994. Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Mulyana, Deddy, Komunikasi Antar Budaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar